Gado-Gado

November 22, 2006

Atas Nama Alloh

Filed under: Story — by auliahazza @ 9:19 am

Beberapa hari yang lalu sekitar jam 4-an sore, petir/geledek terdengar dari jauh. Walaupun masih jauh, suaranya sudah menyeramkan. Saat itu, keponakan saya belum mandi. Agak susah menyuruhnya mandi. Biasanya saya tidak peduli, apakah dia sudah mandi atau belum. ‘kan saya tidak tidur sekamar … Tapi entahlah kenapa saya tiba-tiba menyuruhnya mandi. “Ja, mandi gih, sebentar lagi Alloh datang …”. Dengan segera Riza mengajak mamanya mandi tapi mamanya bilang “Ntar aja …”.

Agak lama, petir masih saling bersahutan. Saya ulangi lagi “Ja, mandi gih, kalau Alloh datang … Riza masih bau .. marah lho …”.
“Kata mama entar aja”
“Iya … kalau Alloh datang, Riza sudah wangi … kan Alloh senang donk”
“Ma … mandi yuk …”
Dengan malas, mamanya bangun dari tempat duduk
“Ayo mandi …”

Setelah selesai mandi, dia duduk disofa, badannya masih berselempang handuk.
“Ja, pake baju gi dech …, denger tuh Alloh tambah deket”
“Ma … cepetan …”
Ibunya datang dengan membawa baju, celana panjang, celana dalam, bedak dan sisir. Setelah selesai semua tiba-tiba petir datang lagi dan dia berdoa “Ya Alloh, belhenti petilnya, ija takut”
Ha … ha …. geli saya
Dan datanglah hujan.
“Nah, Riza, Alloh sudah datang, hujan, Alloh senang Riza sudah rapi dan wangi”

Riza, nama keponakanku, kurang lebih umur 2-3 tahun, takut sekali dengan namanya “Alloh”. Dia terlalu lincah, banyak gerak dan terlalu banyak bicara alias cerewet. Saya tidak tahu mulai dari siapa yang mempergunakan atas nama “Alloh” supaya dia bisa diam. Seingat saya, kalau Adzan Magrib datang, dia akan duduk manis, mendengar dengan hikmat. Lama-kelamaan dia ketakutan. Ngumpet dibalik punggung salah satu anggota keluarga. Pas dia nakal, ada Adzan Magrib di TV, kami bilang “Alloh mau ngomong … Alloh datang, Riza diam …”. Suatu ketika, dia meletakkan jari telunjuknya dimulut agar semua diam. Dia bilang “Alloh mau ngomong …”

Sekarangnya umurnya 4 ½ tahun. Senjata andalan kita sekarang adalah petir. Alloh sudah pindah objek.

Kami pindah ruangan.. ke dapur, petir datang lagi … aku kaget … Riza bilang “Uwo takut yach … Alloh kan sayang sama Uwo … Alloh sayang banget sama Uwo”
“Iya, Alloh sayang banget sama Uwo”, kataku. Memang, Alloh terlalu sayang … Senyumku getir

Keesokan harinya, petir, hujan, mendung sudah selesai sebelum sore, Alloh sudah pergi. Saya tidak bisa “mengancamnya” untuk segera mandi. Nenek, kakek dan mamanya tidak bisa menyuruhnya mandi.
“Ija ga mau mandi …”
“Ija ga mau mandi …”

Yaaaa .. Alloh datangnya kecepatan sich …
Rizanya ga mandi dech sampai dia bobo.

Uwo : bibi

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: