Gado-Gado

November 22, 2006

Ga Suka Makan Sayur ???

Filed under: Story — by auliahazza @ 10:54 am

“Ih .. ga enak banget … apalagi kalau setiap hari makan sayur ….”.

Setiap makan siang, ibuku sudah menyediakan 3 mangkuk kecil yang isinya daun-daun hijau untuk 3 anaknya yang masih SD. Biasanya daun katuk, bayam. Daun katuk dan bayam suka ditambahin jagung manis dibuat sayur bening, ditumis dengan bawang merah, bawang putih dan daun bawang.

Ketiga anaknya sebenarnya suka sayur tapi kalau setiap hari .. ga janji dech. Apalagi kalau ada makanan yang paling disuka atau makanan yang tidak maching. Kalau makanan yang disuka dan tak mau dicampur dengan sayur biasanya ayam goreng, ayam balado, kentang balado, gulai ayam, rendang. Yang ga maching, biasanya gulai dengan sayur bayam/katuk … ga maching kan … ? sama-sama berkuah tapi berbeda tekstur.

Kalau kita tidak mau makan sayur dicampur dengan lauk yang lain, biasanya disuruh dimakan sesudah makan besar … kenyang … kenyang dech kita. Terpaksa dech dimakan juga sayurnya, kalau ga mau kita harus tetap duduk dimeja makan sambil dipelotit sampai sayurnya habis. Kalau ibu lagi baik, kita boleh nyicil makannya untuk nanti sore. Tapi itu jarang banget lagipula kalau dimakan sore hari sudah ga enak. Pernah saya buang dengan diam-diam.

Paling benci sayur katuk … keras. Mau bilang ga berani. Kata ibu kalau masak sayur jangan sampai layu nanti vitaminnya hilang. Dirumah saya yang di Tebet subur banget sama katuk, ada yang tinggi, ada yang berbunga dan berbuah. Kalau lihat “dia”, pengen dech rasanya ngebuangin. Sering sekali bilang dalam hati “kapan yach … kamu mati, kapan yach kamu kena ulat, kapan yach kamu layu, tapi kamu ga pernah tuh, selalu subur, sehat”

Tahun 1988 kita pindah rumah ke Bekasi, ibu cuma bawa beberapa batang katuk dan kami mengucapkan alhamdulillah sudah ga makan sayur katuk dan berharap semoga ditanah yang baru katuk ga subur. Memang ditempat yang baru katuk ga subur malah ga numbuh dan beranak pinak. Lama-lama mati. Ibu sudah jarang menjatahkan semangkuk sayur, kata ibu “Kalian sudah besar, yang menentukan badan sehat, sakit adalah kalian sendiri, ibu hanya menyediakan saja”. Tapi sering juga sich ibu ngomel alias memberi nasihat makan sayur.

SMA kelas 2, warna sayurnya berubah menjadi orange, bau umbi, dibuat juice. Mula-mula sich ga enak, eneg … tapi karena kepentingan saya karena mengalami gangguan dimata. Mata saya tidak bisa melihat jarak jauh, harus pakai kacamata. Aduh hidung saya keberatan, terganggu. Setiap hari saya minum segelas gede juice wortel … setiap hari … lama kelamaan saya biasa dan rasanya enak tapi juga membuat kulit saya menjadi kuning. Kurang lebih 3 bulan, saya melepaskan kacamata … wah terang lho … saya sudah ga mau pake lagi, lagipula kasihan sama kacamatanya sering kecelakaan. Suka jatuh, suka saya dudukin, untung ga pecah karena dibuat dari sejenis plastik. Tapi minum juice wortelnya ga pernah lepas, sama ibu saya suka ditambihin susu bubuk. Sampai sekarang saya suka banget sama wortel dalam bentuk campuran apapun. Dan saya sudah tidak pake kacamata, min saya dari dulu tetap –1/4 untuk semua mata. Ga tau yach kenapa ga berubah-rubah.

Sudah lama kita ga makan sayur katuk, ibu membelinya, dengan segera saya bilang “saya saja yang masak”. Ibu mengizinkannya. Saya memasaknya sama seperti cara ibu tapi masaknya agak lebih lama agar daunnya tidak keras waktu dimakan. Kami akhirnya menyukainya sampai sekarang.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: